Vela — AI Co-Pilot untuk Riset Hukum
Gimana setren bikin asisten riset hukum berbasis AI yang memangkas waktu analisis yurisprudensi sampai 70%. RAG pipeline, integrasi Claude, dan UI yang beneran dipake lawyer.

Tantangannya
Riset hukum itu lambat, mahal, dan rawan kesalahan. Lawyer junior habiskan 60-80% waktunya buat nyari di database yurisprudensi, baca hasil yang nggak relevan, dan cross-reference preseden secara manual. Tim founder Vela — dua mantan associate BigLaw — datang ke setren dengan visi yang jelas: bikin AI co-pilot yang paham penalaran hukum, bukan cuma keyword matching. Tool-nya harus bisa handle yurisdiksi Indonesia dan common law, cite sumber dengan akurat, dan masuk ke workflow yang udah dipake lawyer. Yang paling kritis, tool-nya harus bisa dipercaya — sitasi kasus yang dihalusinasi di pekerjaan hukum bukan cuma nggak berguna, tapi bisa jadi malpraktik.
Pendekatan setren
Kami mulai dengan discovery sprint dua minggu, ngikutin lawyer di tiga firma Jakarta buat mapping workflow riset mereka yang sebenarnya. Ini mengungkap bahwa bottleneck-nya bukan soal nyari kasus — tapi soal memahami gimana kasus-kasus itu saling berhubungan dan relevan sama situasi klien. Kami desain RAG (Retrieval-Augmented Generation) pipeline yang meng-index putusan pengadilan Indonesia, teks regulasi, dan preseden common law. Layer retrieval-nya pake hybrid search — semantic embedding buat kemiripan konseptual, plus BM25 buat terminologi hukum yang presisi. Setiap jawaban AI dilengkapi sitasi yang link langsung ke paragraf sumbernya, jadi lawyer bisa verifikasi dalam hitungan detik. Kami pilih Claude sebagai reasoning engine karena performanya yang kuat di analisis hukum multi-step dan tingkat halusinasi yang lebih rendah untuk klaim faktual. Frontend-nya aplikasi Next.js dengan split-pane interface: query riset di kiri, dokumen sumber yang ter-cite di kanan. Kami bikin supaya rasanya kayak ngobrol sama senior associate yang udah baca semua kasus.
Hasilnya
Vela launching di Q1 2025 dengan tiga firma hukum pilot di Jakarta. Hasil awal: lawyer melaporkan analisis yurisprudensi 70% lebih cepat dibanding riset manual. Tingkat akurasi sitasi melebihi 94% — setiap referensi yang di-generate merujuk ke dokumen yang nyata dan bisa diakses. Tool ini sekarang menangani lebih dari 200 query riset per hari di seluruh firma pilot. Founder Vela berhasil close seed round tiga bulan setelah launch, dengan traction produk dan arsitektur teknis sebagai faktor kunci di percakapan dengan investor.
“setren nggak cuma bikin apa yang kami minta — mereka paham domain hukum cukup dalam buat challenge asumsi kami dan desain sesuatu yang lebih baik.”
Tech Stack
Lagi bikin produk AI?
Kami partner sama founder buat desain, bangun, dan rilis produk berbasis AI. Dari RAG pipeline sampai fitur LLM yang production-grade — udah pernah.
[email protected] →